Tri Hita Karana

Bali sebagai Liburan Kebiasaan yang Berbasis Tri Hita Karana

0 Comments

Liburan ke Bali yaitu di Tri Hita Karana kemauan banyak orang untuk melepas penat mereka di Ibu kota ataupun mancanegara. Sebagai peringkat 4 destinasi liburan versi TripAdvisor, pandangan mereka mengenai pulau Bali demikian itu berjenis-jenis dari sisi estetika alam, penduduk yang ramah, harga-harga kebutuhan yang terjangkau dan masih banyak lagi.

Oleh sebab itu, tak jarang para spaceman pragmatic play pelancong domestik ataupun mancanegara merencanakan liburan ke Bali tak dalam hitungan hari melainkan dalam rentang waktu yang panjang.

Malahan tak jarang fenomena pindah tempat tinggal ke Bali menjadi pilihan bagi mereka. Pandangan orang lokal Bali sendiri mengenai tempat mereka sendiri juga sama dengan para pelancong.

Bali yaitu tempat yang betul-betul cantik, damai dan rumah yang nyaman.

Kenyamanan orang Bali terhadap daerahnya sendiri tak lepas dari bagaimana orang Bali sanggup menjaga keharmonisan antara sesama masyarakat (pawongan), lingkungan (palemahan) dan Yang (parahyangan).

Keharmonisan ketiga bagian inilah yang menimbulkan kenyamanan dan kebahagiaan di Bali dimana kata lainnya yaitu Tri Hita Karana.

Tri Hita Karana Karana telah berkembang di masyarakat Bali mengenai hidup selaras dengan lingkungan sekitar dan Yang. Istilah Tri Hita Karana tak lagi menjadi istilah dalam agama Hindu saja, melainkan penggunaannya dikerjakan secara universal.

Bagi sektor pariwisata di Bali, Tri Hita Karana menjadi referensi pengembangan pariwisata untuk menjaga eksistensi tempat, masyarakat dan Yang.

Di Bali sendiri, pariwisata yang betul-betul menarik dan berbeda dari tempat lainnya berasal dari liburan tradisi.

Kebiasaan yang demikian itu melimpah yang dimiliki oleh Bali bisa dijadikan sebagai liburan dengan tujuan menyajikan tradisi Bali dan juga melestarikannya layak dengan UU No.5 tahun 1992.

Salah satu tradisi atau tradisi yang sedang menjadi isu terkini ketika ini yaitu melukat. Melukat yaitu tradisi pembersihan jiwa dan pikiran dengan air suci.

Kebiasaan ini tak hanya diperuntukkan terhadap orang Hindu melainkan untuk umum. Seluruh orang bisa menjalankan tradisi melukat untuk pembersihan diri atau bahasa ketika ini yaitu self-healing.

Selain itu ada banyak keyakinan terhadap tradisi melukat berdasarkan tempatnya seperti untuk menghilangkan penyakit, meminta jodoh, hingga memohon keturunan.

Related Posts