wisata leshan

10 Fakta Leshan Giant Buddha, Patung Buddha Mengagumkan di China

0 Comments

Buddha Raksasa Leshan (乐山大佛) adalah patung Buddha Maitreya yang sedang duduk Terletak di timur Kota Leshan, Provinsi Sichuan, China.

Patung ini dipahat di pinggir sebuah bukit pada abad ke-8 Masehi di pertemuan tiga sungai. Ketiga sungai itu adalah Sungai Min, Sungai Qingyi dan Sungai Dadu. Tingginya 71 meter dan merupakan patung Buddha terbesar di dunia. Selain itu detail dari patung ini dapat tercermin dari 1.021 sanggul yang bergelung di rambut Sang Buddha. Sistem arsitektur pembuangan air pun tersebar di bagian tangan, kepala, belakang telinga dan pakaian, membuat patung Leshan tetap kering sehingga tidak mudah rusak. Pembangunan dimulai pada tahun 713 Masehi pada zaman Dinasti Tang atas inisiasi dari Hai Tong (seorang Biksu) dan selesai pada tahun 803. Dijadikan salah satu dari Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1996.

China sesungguhnya terlampau kondang bersama agama Buddhanya. Banyak ukiran para tokoh Buddha yang dijadikan daerah pemujaan apalagi daerah wisata. Salah satunya adalah Leshan Giant Buddha, yang melukiskan sosok Maitreya.

Tiongkok merupakan negara yang sangat diminati oleh para wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Dengan wilayahnya yang luas, ada banyak juga tempat wisata yang tersebar di tiap wilayah Tiongkok. Dari wisata alam, belanja, kuliner, sejarah, religi, semua ada. Namun, wisata sejarah dan religi di Tiongkok dapat menjadi salah satu wisata yang menarik untuk Anda jelajahi.

Tiongkok terkenal dengan sejarah dinasti dan religi Budhanya yang begitu kental. Hal tersebut dapat kita lihat di tempat wisata sejarah dan religi yang sangat diminati—salah satunya Leshan Giant Buddha atau Patung Buddha Raksasa Leshan. Patung batu Buddha ini merupakan patung Budha raksasa tertinggi di dunia dengan tinggi 71 meter dan lebar 28 meter ini dipahat pada bebatuan permukaan tebing yang berlokasi di wilayah selatan propinsi Sichuan, dekat kota Leshan. Lokasi ini jadi pertemuan tiga sungai, yaitu Sungai Min, Sungai Qingyi, dan Sungai Dadu, Tiongkok.

Menurut sejarahnya, patung ini dibangun tahun 713 M pada masa Dinasti Tang dan selesai pada tahun 803 M dan merupakan ide dari seorang biksu bernama Hai Tong. Pada waktu itu, perhatian Hai Tong tertuju pada keselamatan para pencari nafkah di sekitar pertemuan tiga sungai tersebut.

Banyak terjadi kecelakan kapal dan bencana yang dipercaya karena roh air di wilayah tersebut. Oleh karena itulah, Hai Tong memutuskan untuk mengukir patung di samping sungai dengan harapan Buddha akan membawa roh air di bawah kendali. Selain itu, batu yang jatuh pada saat pengukiran tebing akan mengurangi gaya air di sana.

Setelah 20 tahun memohon sedekah, Hai Tong akhirnya mengumpulkan cukup uang untuk merealisasikan rencana tersebut. Namun, ketika uang pendanaan untuk pembangunan tersebut terancam oleh pejabat yang ingin menyalahgunakan, Hai Tong mengatakan kepada mereka bahwa mereka bisa mendapatkan bola matanya, tetapi bukan uang yang dikumpulkan untuk Sang Buddha. Setelah Hai Tong mencungkil bola matanya, para pejabat itu lari ketakutan.

Proyek ini setengah selesai ketika Hai Tong meninggal, lalu dua muridnya melanjutkan proyek tersebut. Setelah bekerja keras selama 90 tahun, proyek itu akhirnya selesai.

Selain sejarahnya yang begitu menarik, patung ini sendiri memiliki banyak keunikan. Patung ini juga dikenal dengan sebutan “dafo” atau pahatan patung Buddha Maitreya yang tengah duduk dengan tangan bertumpu pada kedua lututnya, serta mata yang memandang ke arah sungai. Maitreya adalah Buddha masa depan yang muncul untuk menceramahi dharma setelah ajaran Buddha Gautama mulai menghilang.

Keunikan yang lain adalah adanya beberapa saluran pembuangan tersembunyi yang dibangun pada bagian rambut, leher, dada, serta di lubang-lubang yang ada di belakang telinga patung Buddha. Saluran pembuangan ini berfungsi untuk mencegah erosi dan pelapukan pada patung.

Di salah satu teras di sebelah telinga Buddha, terdapat patung biksu Hai Tong. Di belakangnya, terdapat Museum Kuil Lingyun, tempat para pengunjung dapat mempelajari proses konstruksi serta renovasi “dafo”. Sampai sekarang, patung ini telah dirawat secara teratur selama 1.200 tahun.

Kekaguman Anda tidak akan terhenti pada sejarah dan kemegahan Leshan Giant Buddha saja. Keindahan panorama di Kawasan wisata ini sungguh sangat memesona. Pemandangan alam yang begitu hijau dan asri dipadukan dengan patung yang berada di tebing berwana coklat kemerahan menambah keindahan tempat wisata ini.

Leshan Giant Buddha ini jadi daerah yang perlu dikunjungi disaat berada di China. Di balik kepopulerannya, patung ini menaruh beberapa fakta yang perlu kamu ketahui. Penasaran? Yuk liat konsisten mengenai Leshan Giant Buddha.

1. Leshan Giant Buddha adalah patung buddha raksasa yang terdapat di Kota Leshan, Provinsi Sichuan, China

2. Patung Buddha ini tepatnya terdapat di pertemuan berasal dari 3 sungai yaitu Sungai Min, Sungai Qingyi, dan Sungai Dadu

3. Patung ini mempunyai ketinggian meraih 71 mtr. dan menjadikannya sebagai keliru satu patung Buddha tertinggi di dunia

4. Pembangunan patung raksasa ini di mulai terhadap era Dinasti Tang, tepatnya terhadap tahun 713 masehi dan diperkirakan memerlukan 90 tahun untuk menyelesaikannya

5. Patung Buddha raksasa ini dijadikan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO terhadap tahun 1996

6. Patung Buddha ini diukir di kawasan Gunung Emei dan jadi keliru satu web tersuci bagi agama Buddha

7. Sebelum patung ini dibangun, telah ada bangunan lain yaitu Kuil Buddha yang telah berdiri di kawasan patung ini

8. Patung Buddha ini dibangun oleh seorang biksu bernama Hai Tong bersama tujuan untuk memohon keselamatan bagi para warga yang mencari nafkah

9. Karena terhadap selagi itu banyak warga yang meninggal akibat besarnya arus berasal dari ketiga sungai di sekitaran patung tersebut

10. Patung Buddha raksasa ini melukiskan Maitreya, seorang Buddha yang terlampau kondang di Dinasti Tang

Itulah 10 fakta tentang Leshan Giant Buddha yang perlu kamu kunjungi disaat berada di China. Selain sebagai daerah wisata, daerah tersebut mampu kamu jadikan sebagai daerah untuk menaikkan wawasan dan ilmu mengenai histori Buddha yang menarik untuk diketahui.

Baca Juga : https://www.walnutadvisory.com/taman-nasional-chobe-botswana/

Related Posts