Wadi Rum

Ini Potret Indahnya Wadi Rum di Yordania, Serasa Berada di Mars!

0 Comments

Mungkin suasana Mars sangat mirip Wadi Rum sehingga para sutradara dan pembuat film Box Office Hollywood, memilih gurun ini sebagai lokasi pembuatan film. Hampir seluruh film-film Star Wars digarap di gurun ini. Lalu film-film lainnya, semisal Aladin, Lawrence of Arabia dan lain-lain.

Dikenal sebagai “Lembah Bulan,” Wadi Rum di tanah Yordania ini, adalah salah satu gurun pasir paling menakjubkan di Bumi. Ia di luar gambaran imajinasi manusia tentang gurun: berpasir dan berdebu tanpa ujung. Tapi Wadi Rum menawarkan hal lain berupa lanskap kuno yang luas, sunyi, dan bukan gurun biasa.

Di lembah yang gersang ini, air dan angin selama ribuan tahun menggali daratannya. Sehingga tercipta pemandangan menakjubkan dari bukit berpasir, pegunungan berbatu dengan bentuk luar biasa, ngarai sempit dengan ribuan warna, sumber air di ketinggian, lengkungan batu yang mengesankan, ukiran batu berusia 4.000 tahun, dan banyak harta karun indah lainnya.

Salah satu atraksi utama daerah itu adalah reruntuhan rumah Thomas Edward Lawrence, yang juga dikenal sebagai T. E. Lawrence alias “Lawrence of Arabia”. Ia adalah seorang arkeolog, perwira militer, diplomat, dan penulis Inggris yang berperan dalam pemberontakan bangsa Arab melawan Turki Ottoman dalam Perang Dunia Pertama.

Situs bersejarah lainnya adalah prasasti Anfaishiyya yang menggambarkan unta, pejuang, dan binatang yang terukir pada permukaan batu besar. Ukiran di atas batu itu mengingatkan wisatawan bahwa daerah tersebut telah dihuni selama ribuan tahun.

Di antara banyak keajaiban alam, pemandangan spekatkuler berupa Al-Hasany Dunes, bukit pasir Wadi Rum yang paling spektakuler. Meskipun menempati wilayah yang relatif kecil, lokasinya di lereng Gunung Jabal Umm Ulaydiyya. Lainnya adalah Ain Ash-Shallalah, atau “Musim Semi Lawrence,” sebuah gua, bermata air dari pepohonan yang subur di punggung bukit. Di dalam goa terdapat lagi ukiran-ukiran kuno dalam Bahasa Arab. Goa itu juga mengeluarkan aroma mint dari tetumbuhan di atasnya.

Di Ain Ash-Shallah terdapat pula jalur trekking berupa  jembatan batu Burdah, jembatan alami setinggi 260 kaki (79 meter) yang benar-benar menakjubkan. Wadi Rum adalah lokasi yang ideal untuk para petualang dan pejalan kaki, dengan banyak tempat untuk hiking, rock climbing, dan trekking. Pendaki sejati dapat menguji keterampilan mereka dengan mendaki gunung tertinggi di Yordania, Jabal Rum.

Meskipun Anda petualang sejati, sebaiknya menggunakan jasa pemandu. Para pemandu dan agen wisata dapat ditemukan dengan mudah di Desa Rum – desa terdekat dari Wadi Rum. Gurun indah ini memang memiliki jalur-jalur yang rumit. Namun, untuk menjangkau Desa Rum sangat mudah.

Dari Amman, ibu kota Yordania, Desa Rum dapay dijangkau melalui Desert Highway atau King’s Highway. Sebaiknya memang membawa kendaraan atau menyewa mobil di Amman, karena setiba di Desa Rum, transportasi umum tak tersedia. Sementara posisi Wadi Rum, sejauh 35 km dari desa itu. Wadi Rum memiliki perkampungan Badui yang terdiri dari beberapa tenda, rumah, dan beberapa toko.

Pemandangan Wadi Rum di Yordania kembali mendapat sorotan dunia pada minggu ini setelah menjadi lokasi saga terakhir film “Star Wars” yang dirilis pada pekan ini.

Gurun yang spektakuler, dengan pasir merahnya yang berkilauan, bukit pasir yang megah, dan formasi batuan yang menakjubkan juga menjadi tempat Peter O’Toole mengendarai kudanya dalam film epik tahun 1962 berjudul “Lawrence of Arabia”.

Dari Matt Damon di “The Martian” ke Will Smith di “Aladdin”, pemerintah Yordania telah bekerja untuk memastikan keindahan lanskap yang beragam di negaranya menjadi lokasi syuting film Hollywood.

“Ketika Anda mengunjungi lokasi ini, segala sesuatu berubah di dalam diri Anda,” kata Smith mengenai Yordania dalam konferensi pers di Amman pada tahun ini.

“Ketika tiba di Yordania tiba-tiba saya menjelma menjadi karakter yang diperankan, terutama saat berada di Wadi Rum… Sangat spektakular.”

Komisi Film Royal Jordan didirikan pada 2003 untuk mempromosikan negara itu sebagai “studio terbuka besar”, kata sang direktur pelaksana Mohannad Al-Bakri.

Untuk memikat pembuat film asing, komisi tersebut – diketuai oleh Pangeran Ali, salah satu saudara tiri Raja Abdullah II – menawarkan insentif keuangan.

Perusahaan produksi dapat menikmati diskon antara 10-25 persen untuk minimum US$1 juta yang dihabiskan di Yordania, serta pembebasan pajak atas peralatan yang diimpor untuk syuting.

Tapi pembuat film datang ke Yordania untuk syuting karena mereka sangat tertarik pada beragam lanskap yang mereka temukan di negara gurun ini, kata Bakri.

Selama bertahun-tahun puluhan film asing dan Arab telah difilmkan di negara ini, termasuk film klasik Hollywood seperti “Indiana Jones and the Last Crusade”.

Film Steven Spielberg tahun 1989 yang dibintangi Harrison Ford membawa keajaiban kota arkeologi Petra yang berwarna merah mawar, terkenal karena kuil-kuil yang dibangun dari potongan batu.

Fasad batu pasir yang menakjubkan dan terawat baik dari Al-Khazneh Petra, yang menurut sebagian orang dibangun sejak abad pertama SM, ditampilkan sebagai pintu masuk ke kuil tempat Holy Grail.

Bagian dari remake fil “Aladdin” difilmkan di Wadi Rum – “pilihan alami” bagi kami, kata sang sutradara Guy Ritchie.

Naomi Scott, yang memerankan Jasmine sepakat dengan Smith dan berkata: “Yordania sangat indah.”

Rekannya yang memerankan Aladdin, Mena Massoud, juga memuji keajaiban Wadi Rum.

“Ada kedamaian di sana. Tidak ada yang menyamainya,” katanya.

“Mars” di Yordania

Wadi Rum menjadi lokasi dari film “Lawrence of Arabia” karya sutradara pemenang penghargaan, David Lean yang digambarkan oleh para kritikus sebagai film terbaik, atau terbaik kedua, yang pernah dibuat.

“Rogue One: A Star Wars Story” juga difilmkan di padang pasir yang menakjubkan ini, yang sering dikenal sebagai Lembah Bulan, sebelum lokasi itu dipilih lagi untuk episode terakhir dan terakhir saga, “The Rise of Skywalker”.

Munir Nassar, direktur pelaksana Zaman Project Management, sebuah perusahaan jasa produksi di Yordania, mengatakan perlu waktu lima bulan untuk mempersiapkan syuting “Star Wars”.

“Ketika para aktor datang (ke Yordania), syuting selesai dalam 12 hari dan kemudian mereka pergi,” Nassar, seorang mantan menteri pariwisata mengatakan.

Perusahaannya juga terlibat dalam pembuatan empat film lain di Yordania, termasuk “Mission to Mars”, menyediakan segalanya mulai dari makanan hingga pemesanan hotel dan transportasi.

“Bentang alam Yordania yang unik, tak lekang oleh waktu, dan beragam, bersama dengan kru produksinya yang sangat termotivasi, menjadikannya tujuan ideal untuk syuting,” kata Pangeran Ali seperti dikutip di situs komisi film.

Bakri dari komisi itu menunjuk ke lokasi tambahan Yordania yang digunakan oleh para pembuat film.

Kota Madaba yang indah di selatan Amman telah digunakan untuk mereplikasi desa-desa Yunani tua sementara cagar alam Azraq di sebelah barat timur ibukota digunakan untuk menciptakan kembali wilayah Asia Selatan.

Baca Juga : https://www.walnutadvisory.com/oasis-siwa-kolam-tinggi-kadar-garam-yang-jadi-buruan-influencer-kala-ke-mesir/

Related Posts