marrakech

Marrakesh

0 Comments

Marrakesh (bahasa Arab: مراكش Marrākish), juga dikenal sebagai “Mutiara dari Selatan,” adalah kota di barat daya Maroko di kaki Pegunungan Atlas. Marrakesh ialah kata Berber; berarti negeri Tuhan (murt ‘n akush). Marrakesh terletak di 31° 37′ 60″ N 8° 0′ 0″ W Marrakesh memiliki pasar berber terbesar (souk) di Maroko dan juga tuan rumah alun-alun terbesar di seluruh Afrika, disebut Djemaa el Fna.

Marrakesh
مراكش
ⴰⵎⵓⵔⴰⴽⵓⵛ
Marrakech
Prefektur
Searah jarum jam, dari atas: Jemaa el-Fnaa , dinding Saadian, Musisi di Jemaa el-Fnaa, kerajinan tangan lokal, Bab Agnaou, Istana El-Badi, Istana Bahia, Masjid Koutoubia.
Marrakesh
Marrakesh
Marrakesh
Location of Marrakesh within Morocco

Negara  Morocco
Region Marrakesh-Safi
Prefektur Marrakesh
Didirikan 1062
Pendiri Abu Bakr ibn Umar
Pemerintahan

 • wali kota Mohamed Larbi Belcaid [1]
Ketinggian

466 m (1,529 ft)
Populasi

 (2014)[2]
 • Total 928.850
 • Peringkat ke-4 Maroko [a]
Demonim Marrakshi
Zona waktu UTC+1 (CET)
  1. ^ Komisi Perencanaan kota marrakesh mendefinisikan kota Marrakesh sebagai kotamadya Mechouar-Kasba dan lima arondisemen dari Annakhil, Gueliz, Marrakech-Médina, Menara dan Sidi Youssef Ben Ali.

Marrakesh memiliki sekitar 1,460,000 jiwa, kota paling terkenal di Maroko dan kota perdagangan terbesar kedua setelah Casablanca. Seperti banyak kota-kota Afrika Utara, Marrakesh memiliki 2 bagian utama: pemukiman medina dan kota modern. Marrakesh dilayani oleh Bandara Internasional Ménara.

Demografi

Jumlah resmi penduduk ialah 450.000; bagaimanapun penduduk diperkirakan berjumlah sejuta. Penduduk terbesar di Marrakesh ialah Berber.

Sejarah

Yusuf bin Tasyfin, anggota kesultanan Almorawida, mendirikan kota ini pada 1062.

Sebelum naik tahtanya Moulay Ismail Haus Darah, Marrakesh merupakan ibu kota Maroko. Setelah ia naik tahta, cucunya memindahkan ibu kota kembali ke Marrakesh dari Meknès.

Tempat-tempat

Daerah dan Lingkungan

  • Médina
    • Kasbah
    • Mellah
  • Kota modern
    • Guéliz
    • Hivernage
    • Semlalia
    • Daudiate

Masjid, madrasah, dan sinagoge

  • Masjid Kutubiah
  • Madrasah Bin Yusuf, Masjid Bin Yusuf
  • Masjid Kasbah/Masjid Mansuriah
  • Masjid Bab Dukkalah
  • Masjid Mouassin
  • Zauiah Sidi Bel Abbès, Zauiah Sidi Ben Slimane al-Jazuli
  • Zauiah Sidi Yusuf Bin Âli
  • Masjid Sidi Moulay el-Ksour
  • Sinagoge Beth-El
  • Sinagoge Salat el Azama
  • Sinagoge Salat Rabi Pinhasse

Tempat, dar, dan desa

  • Istana El Badi
  • Istana Kerajaan (Dar el Makhzen) dan méchouars
  • Istana Bahia
  • Museum Dar Si Saïd
  • Maison Tiskiwin
  • Dar el Glaoui
  • Vila Majorelle di Taman Majorelle

Pemakaman, kubah, dan mausoleum

  • Makam Saad
    • Mausoleum Ahmed el-Mansour
    • Mausoleum kedua
  • Kubah Fatimah Zohra dan pemakaman masjid Kutubiah
  • Kubah el Baâdiyin
  • Kubah Cadi Ayyad
  • Pemakaman Yahudi
  • Sidi Abd el Aziz
  • Sidi es Souheyli

Kerajinan tangan dan bisnis

  • Souk
    • Souk Kimakhin (peralatan tali)
    • Souk el Bradiia (kendi)
    • Souk Hadaddine (kerajinan besi)
      • Souk Nahhassine (kuningan, tembaga)
    • Souk Chouari (penganyaman keranjang, pengolahankayu)
    • Souk tukang celup, Souk Wol
    • Souk Smarine (pakaian)
    • Rahba Quedima (“Lapnagn Tua”)
    • Souk el Kebir (kerajinan kulit)
      • Kissarias
      • Souk el Batna (kulit)
      • Souk el Maazi (kulit kambing)
    • Souk Zrabia (Criée Berbère, Souk karpet)
    • Souk Fakharina
    • Souk Siyyaghin (perhiasan)
    • Souk Smata (sandal, ikat pinggang)
    • Souk aux tenturiers
    • Souk Cherratine
    • Souk Attarine
  • Taneri
  • Hôtel la Mamounia
  • Pusat kerajinan
  • Gedung Gidel
  • Kafe Renaissance
  • Société Générale
  • Hipermarket Marjan

Museum

  • Museum Dar Si Saïd
  • Museum Marrakesh
  • Museum Bert Flint di Maison Tiskiwin
  • Museum Seni Islam di Majorelle Garden

Benteng dan gerbang

  • Benteng
  • Gerbang
    • Bab Debbagh
    • Bab Agnaou
    • Bab el Khémis
    • Bab er Robb
    • Bab el Jédid
    • Bab Doukkala
    • Bab Aghmat
    • Bab Nkob
    • Bab er Raha
    • Bab Aylen
    • Bab Ahmar
    • Bab Ighli
    • Bab Ksiba
    • Bab ech Charia
    • Bab el Makhzen
    • Bab Berrima
    • Bab Taghzout
    • Bab er Rharaza
    • Bab Fteuh

Tempat dan Lapangan

  • Tempat Djemaâ el Fna
  • Place de Charles Foucauld
  • Place de la Liberté
  • Place du 16 Novembre
  • Place des Ferblantiers
  • Place Youssef Ben Tachfine
  • Place Mourabiten

Kebun dan taman

  • Palmery
  • Taman Majorelle
  • Taman Ménara
  • Kebun Agdal
  • Taman masjid Kutubiah di Square de Foucauld

Bangunan lainnya

  • Chrob ou Chouf Fountain
  • Pusat Pertemuan (Palais des Congres)
  • Gedung Opera
  • Universitas Cadi Ayyad

Karya fiksi[sunting | sunting sumber]

  • Marrakesh Express Crosby Stills and Nash
  • Marrakech oleh Andre Tanneberger

Kota kembar

  • Clermont-Ferrand, Prancis
  • Granada, Spanyol
  • Marseille, Prancis
  • Ningbo, Republik Rakyat Tiongkok
  • Sousse, Tunisia
  • Timbuktu, Mali
  • Scottsdale, Amerika Serikat

Kota mitra

  • Tours, Prancis
  • Midi-Pyrénées, Prancis
  • Ouagadougou, Burkina Faso
  • Provinsi Lucca, Italia

Pranala luar

  • Entri Marrakesh di LexiOrient Diarsipkan 2005-07-13 di Wayback Machine.
  • Marrakesh di Wikivoyage
  • Peta Google
  • Marrakesh di Magic Morocco Diarsipkan 2006-05-18 di Wayback Machine.
  • Marrakech.net
  • Tour Video di Marrakech.

Kota Marrakech dijuluki Kota Merah, karena hampir seluruh gedung, hotel, rumah-rumah penduduk dan bangunan lainnya yang ada di kota ini didesain dengan warna merah yang sangat indah. Marrakech merupakan salah satu kota bersejarah yang berjarak 400 kilometer dari ibukota Rabat atau kurang 4 jam perjalanan mobil. Di kota ini terdapat kekayaan budaya dan tempat wisata yang menjadi destinasi utama bagi turis mancanaegara, khususnya Eropa.

Selain itu, keindahan kota Marrakech itu menjadikannya pilihan utama sebagai tempat penyelenggaraan berbagai konferensi dan pertemuan-pertemuan internasional di Maroko. Maka tak heran, jika Marrakech kini menjadi kota wisata paling populer di Maroko yang bisa memberikan fantasi  dan kesenangan langsung bagi pengunjung. Bahkan para wisatawan yang kembali berkali-kali akan selalu menemukan tempat yang menarik dengan imajinasinya dan seribu cerita untuk diceritakan. Ada beberapa tempat yang sangat menarik dikunjungi ketika anda sampai di Marrakech, kota ini menawarkan tempat-tempat bersejarah dan beberapa arsitektur serta beberapa museum.

Djemaa El-fna Djemaa El-Fna, sebuah area di pusat kota Marrakech, di sini aktivitas seni dan budaya diapresiasikan setiap malam oleh sejumlah musisi, penari tradisional Maroko, pelawak, pendongeng dan atraksi pawang binatang dengan diiringi musik khas tradisional Maroko. Ada juga kejaran para perempuan Maroko yang menawarkan henna (pacar/tato yang bisa bertahan lebih dari satu minggu). Anda bisa memilihnya sendiri desain tatonya berdasarkan gambar di buku yang mereka bawa. Bersantap di Djema El-fna. Hampir pasti para perempuan itu akan datang mendekati siapa saja, terutama yang berkunjung ke Djema el-fna ini. Mereka berlomba-lomba untuk menarik perhatian para pengunjung sepanjang sore hingga larut malam.

Bahkan Setiap malam di tempat ini selalu ada keriuhan, kegembiraaan  dan hiburan yang ditunjukkan oleh hampir semua orang yang ada di sana. Masjid Koutoubia Masjid ini terletak pas di samping kanan Djema el-Fna. Penamaan Koutoubia berawal dari saat sebelum dibangunnya masjid tersebut. Konon, bahwa lokasi yang saat ini menjadi lokasi masjid adalah tempat para penjual buku atau kuotoub (ejaan Perancis) yang menawarkan buku baru maupun bekas. Setelah berdiri dengan megah lengkap dengan taman dan ruang parkir yang luas, masjid kebanggaan warga Marrakech ini diberi nama Masjid Koutoubia. Jika datang malam hari, menara Masjid Koutoubia menjadi pemandangan yang sangat menarik karena warna-warni nyala lampunya, hingga orang sekitar menyebutnya sebagai menara Eiffelnya kota Marrakech. Masjid ini juga dikelilingi oleh taman yang luas dan indah.

Menjelang maghrib tempat ini selalu dipadati oleh wisatawan dan warga setempat sambil menanti adzan maghrib dikumandangkan. Souk Tradisional Souk (pasar) tradisional ini lokasinya masih dalam satu kawasan dengan Djema el-Fna. Meskipun tidak jauh berbeda dengan kebanyakan pasar tradisional di kota-kota Maroko yang lain, ada baiknya Anda tidak melewatkan kunjungan ke pasar tradisional Marrakech ini. Di sini pengunjung bisa membeli hampir semua hal, dari rempah-rempah, sandal dan sepatu kulit khas Maroko, baju kaftan dan Jallaba (pakaian khas Maroko dengan kain sambungan penutup kepala) dan lain-lain. Di pasar ini Anda tak perlu khawatir jika tak bisa berbahasa Arab. Di sini anda bisa juga berkomunikasi dengan bahasa Inggris, karena para penjualnya banyak bisa berbahasa Inggris. Atau cukup tunjuk saja jenis makanan atau barang yang Anda inginkan.

Tak perlu khawatir akan harga, karena biasanya sudah tercantum dalam gambar dan harganya pun cenderung murah. Majorelle Gardens Taman Majorelle ini menawarkan koleksi tanaman dari seluruh dunia, termasuk aneka macam tanaman kaktus. Di taman ini disediakan juga tempat peristirahatan yang sangat baik dan damai serta jauh dari kebisingan dan hiruk-pikuk suasana kota. Dengan tarif 40 Dirham, Anda bisa menjadikan tempat ini untuk menghindar dari keramaian kota Marrakech. Di dalamnya juga terdapat Museum Seni Islam yang tentunya dengan tambahan dirham yang lain. Istana Bahia Istana Bahia merupakan sebuah istana yang catik dan menawan.

Di pintu masuk istana ini, dengan sangat mudah Anda bisa menemui para guide yang bersedia mengantarkan dan menjelaskan tentang sejarah dan keindahan istana yang dibangun awal abad ke 19 ini. Untuk sebagian pengunjung, di sini juga bisa melihat kucing-kucing liar yang kerap ditemui di sudut-sudut istana. Hal ini menjadi daya tarik lain dan keunikan istana yang dilengkapi dengan taman pohon pisang ini. Hanya dengan tarif 10 Dirham, Anda dapat menikmati keunikan dan suasana alami Istana Bahia. Istana Badi Istana Badi dibangun antara tahun 1578 dan 1594 untuk melayani tamu-tamu Raja Sa’did Ahmad al-Mansur yang berkuasa dari tahun 1578-1603 M.

Nama istana ini berasal dari “al-Badi”, yaitu salah satu nama dari Asmaul Husna yang berarti “yang tak tertandingi”. Konon, Istana Badi ini diakui secara luas sebagai sebuah prestasi arsitektur yang spektakuler dan termegah di Maroko. Istana Badi. Adapun arsitektur Maroko pada masa pemerintahan Raja Sa’did Ahmad al-Mansur sangat dipengaruhi oleh tradisi dekoratif Andalusia (Spanyol), dan Istana Badi ini merupakan perpaduan artistik budaya Islam di Spanyol dan Afrika Utara. Pegunungan Salju Pegunungan salju merupakan salah satu obyek wisata menarik di Kota Merah ini, lokasinya bernama Oukaimeden. Untuk menuju puncak Oukaimeden, Anda memerlukan waktu 1,5 jam dengan menggunakan mobil dari kota Marrakech. Di sana Anda bisa menyaksikan hamparan salju di lereng gunung dan lokasi sekitarnya.

Dengan membayar 25 Dirham, Anda bisa menaiki kereta gantung. Dari atas kereta Anda bisa melihat hamparan salju yang begitu luas. Anda juga bisa menyaksikan para pemain ski yang melompat dari atas gunung salju. Sekadar info bagi Anda yang ingin berkunjung ke tempat ini alangkah baiknya dilakukan pada bulan Desember atau Januari. Selama ini Marrakech dikenal memiliki tingkat kriminalitas yang rendah. Namun demikian Anda harus tetap waspada dan berhati-hati ketika berada di kawasan wisata kota ini. Terutama di pasar malam Djemaa el-Fna. Banyaknya kasus pencurian di tempat ini karena pengunjung yang datang silih berganti.

Lereng gunung salju di Oukaimeden Marrakech. Satu hal yang perlu Anda perhatikan adalah memastikan barang-barang berharga disimpan di tempat yang aman. Selamat menikmati jalan-jalan di kota Marrakech yang memesona! (Muannif Ridwan, mahasiswa Jurusan Islamic Studies di Univ.

Baca Juga : https://www.walnutadvisory.com/menjelajah-rimba-liar-taman-nasional-kruger/

Related Posts