arc de triomphe

Mengenal Lebih Dekat Sejarah Monumen Arc de Triomphe di Prancis, Negara Peserta Piala Dunia 2022

0 Comments

Prancis ternyata memiliki banyak sejarah mulai dari monument sejarah ataupun tempat-tempat sejarah.

Dengan demikian, negara yang lolos menjadi peserta Piala Dunia 2022 ini memiliki salah satu sejarah yang paling terkenal yakni monument Arc de Triomphe.

Arc de Triomphe di Paris, adalah monument paling bersejarah dari semua kemenangan perang Perancis, dibangun antara tahun 1806 sampai 1836.

Meskipun ada banyak modifikasi dari rencana semula, monumen ini mencerminkan perubahan politik dan perebutan kekuasaan, Arch tetap mempertahankan esensi dari konsep asli yang adalah kuat, bersatu ensemble.

Arc de Triomphe berdiri di tengah Place Charles de Gaulle, juga dikenal sebagai “Place de l’Étoile”. kota ini terletak di ujung barat Champs-Élysées.

Seluruh gaya dekoratif sepenuhnya dari tradisi patung dari paruh pertama abad kesembilan belas.

Monumen ini dibangun untuk menghormati orang-orang yang berjuang untuk Perancis, khususnya, mereka yang berjuang selama Perang Napoleon yang terukir di dalam.

Sedangkan di bagian atap monumen ini, semua nama-nama jenderal dan yang menentang peperangan.

Ada prasasti di tanah di bawah kubah yang meliputi Makam Prajurit Tak Dikenal dari Perang Dunia I di mana api membakar monumen ini dan telah membuat Arc de Triomphe sebagai situs patriotik yang dihormati.

Dekorasi dan seluruh tampilan tokoh dan relief adalah karya dari tangan James Pradier, Antoine Etex dan Jean-Pierre Cortot.

Dulu, Napoleon memiliki ambisi untuk membuat ibukota kerajaannya menjadi kota yang paling indah di dunia.

Para 17 Februari 1806 rencana untuk membuat sebuah monumen yang akan mengenang seluruh pejuang perang di Grand Armee(saat ini kolom Place Vendome) yang dikonfirmasi pada tanggal 18 Februari, sebuah keputusan Imperial resmi selesainya Pantheon dan puncak kemenangan Perancis.

Sebuah lengkungan (monumen) di pintu masuk ke boulevard dengan lokasi di dekat bekas penjara Bastill, orang pasti akan melewati ini “gapura” (Arc de Triomphe).

Pada bulan Maret 1806, arsitek Jean-Francois-Therese Chalgrin diberi tugas mencari lokasi terbaik untuk monumen ini.

Ia memberikan beberapa pilihan yang berbeda dan pada tanggal 9 Mei, Napoleon sepakat untuk membangun situs ini di Place de l’Etoile.

Pada 11 Mei 1806, proyek ini diberikan kepada arsitek terpercaya Chalgrin dan Jean-Arnaud Raymond. Dan pada 15 Agustus 1806 batu pertama diletakkan bertepatan dengan ulang tahun Napoleon.

Beberapa arsitek yang paling menonjol di Perancis termasuk Antoine-Chrysostome Quatremere de Quincy, Charles Percier, Alexandre-Theodore Brongniart dan Pierre-Francois-Leonard Fontaine (Arsitek pertama untuk Kaisar Napoleon I) memberikan pendapat mereka tentang proyek tersebut.

Butuh waktu lebih dari dua tahun hanya untuk meletakkan dasar pondasi monumen ini.

Chalgrin memiliki beberapa keberuntungan yang tak terduga pada tahun 1810 dengan pernikahan Napoleon dan Archduchess Marie Louise von Hapsburg Austria karena ia dapat melihat sang kaisar menikah..

Arc de triomphe de l’Étoile

Arc de triomphe de l’Étoile atau biasa dikenal sebagai Arc de Triomphe (Bahasa Indonesia: Gapura/Monumen Kemenangan) adalah monumen berbentuk Pelengkung kemenangan di Paris yang berdiri di tengah area Place de l’Étoile, di ujung barat wilayah Champs-Élysées. Bangunan ini dibangun atas perintah Napoleon Bonaparte dengan tujuan untuk menghormati jasa tentara kebesarannya.

Sejarah

Arc de Triomphe merupakan salah satu monumen paling terkenal di kota Paris yang menjadi latar belakang ansambel perkotaan di Paris. Terletak di bukit Chaillot yang tepat berada di tengah konfigurasi persimpangan jalan raya berbentuk bintang lima.

Pembangunan monumen ini telah direncanakan sejak 1806 oleh Napoleon setelah kemenangannya di Pertempuran Austerlitz. Proses penyelesaian konstruksi fondasi dasar monumen ini memakan waktu selama 2 tahun pengerjaan, dan ketika Napoleon memasuki kota Paris dari barat bersama Archduchess Marie-Louise dari Austria pada tahun 1810, ia sudah bisa melihat monumen ini terbentuk dari konstruksi kayunya.

Arsitek dari monumen ini, Jean Chalgrin meninggal dunia pada tahun 1811. Pengerjaan pembangunan monumen ini dilanjutkan oleh Jean-Nicolas Huyot. Selama masa restorasi Bourbon di Prancis, pembangunan monumen ini sempat dihentikan dan tidak dilanjutkan sama sekali sampai masa pemerintahan Raja Louis-Philippe pada 1833-1836.

Jenazah Napoleon pernah dibawa melewati monumen ini pada 15 Desember 1840 dalam perjalanan menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Invalides.

Sebuah Makam Prajurit Tak Dikenal dipasang di bawah Arc de Triomphe untuk mengenang para korban Perang Dunia I pada 28 Januari 1921. Arc de Triomphe buka setiap hari mulai pukul 10:00 a.m. hingga 10:30 p.m

Baca Juga : https://www.walnutadvisory.com/berkunjung-ke-nakhon-sawan-lokasi-sungai-chao-phraya-bermula/

Related Posts