louvre museum

7 Fakta Museum Louvre, Museum Terpopuler di Dunia yang Berhantu

0 Comments

Zaman sekarang, museum sering dianggap sebagai tempat yang membosankan. Tempat di mana-mana barang-barang kuno berdebu disimpan. Namun, Museum Louvre di Paris, Prancis jelas bukan salah satunya.

Museum Louvre merupakan salah satu museum paling populer di dunia. Bahkan buat kamu yang gak tahu banyak tentang Prancis, kamu pasti pernah mendengar nama museum satu ini. Namun, di balik popularitasnya yang luar biasa, tahukah kamu bahwa museum satu ini ternyata juga berhantu? Berikut tujuh fakta seputar Museum Louvre yang jarang orang tahu.

1. Museum Louvre awalnya adalah sebuah benteng

Sekilas, bangunan Museum Louvre terlihat sangat modern. Namun, sebenarnya museum satu ini sudah berusia ratusan tahun. Dilansir Scoop Whoop, Museum Louvre dibangun pada tahun 1190 oleh Raja Philip II sebagai benteng untuk melindungi kota. Benteng ini digunakan selama dua abad sebelum akhirnya diubah menjadi istana kerajaan oleh Raja Charles V pada abad ke-14.

Perubahan fungsi Louvre dari istana menjadi museum paris louvre baru terjadi beberapa tahun setelah Revolusi Prancis tahun 1789. Ketika Louis XVI dan Marie Antoinette dipenjara, pemerintahan Prancis memutuskan untuk mengubah istana ini menjadi Muséum central des arts de la République.

Koleksinya saat itu baru terdiri dari 537 lukisan dan 184 karya seni lain, yang semuanya milik Louis XVI dan raja-raja pendahulunya. Muséum central des arts de la République pertama kali dibuka untuk umum pada 10 Agustus 1793 dan bertahan sampai sekarang.

2. Napoleon mengganti namanya

Muséum central des arts de la République memang terdengar begitu megah, tetapi tidak semua orang menyukai nama ini. Dilansir History, ketika Napoleon Bonaparte berkuasa di Perancis, dia menggantinya menjadi Musée Napoléon pada tahun 1803.

Jadi ketika Napoleon berkuasa, dia menaklukkan banyak wilayah dan menjarah banyak karya seni dari tempat-tempat yang didudukinya. Di masa pemerintahannya, Napoleon berhasil mengumpulkan lebih dari 5.000 karya seni berharga dari berbagai tempat. Napoleon juga lah yang pertama kali melakukan perluasan pada bangunan museum.

Sayangnya, hal itu hanya bertahan selama masa pemerintahannya. Ketika Napoleon Bonaparte jatuh tahun 1815, sebanyak 5.000 karya seni yang dia kumpulkan dikembalikan lagi ke tempat asal mereka, dan sisanya masih disimpan di Museum Louvre hingga hari ini.

3. Museum Louvre kosong melompong di era Perang Dunia II

Di awal Perang Dunia II, Jerman berhasil menaklukkan banyak negara tetangganya. Melihat invasi Jerman yang semakin hari semakin meluas jelas membuat orang-orang Perancis khawatir. Dilansir Discover Walks, Nazi saat itu bukan hanya dikenal karena invasi mereka, melainkan juga kebiasaan mereka ‘menculik’ banyak karya seni berharga dari wilayah yang mereka duduki.

Demi melindungi ribuan karya seni di Museum Louvre, Jacques Jaujard yang saat itu menjabat sebagai asisten direktur Museum Louvre memerintahkan para pegawainya untuk membungkus ribuan karya seni berharga dan memasukkannya ke dalam kotak. Ribuan karya seni itu kemudian diangkut oleh 200 truk menuju ke sebuah tempat rahasia di wilayah pedesaan Perancis.

Saking banyaknya yang harus disembunyikan, pekerjaan ini dimulai pada Agustus 1939 dan baru selesai pada bulan Desember. Meski melelahkan, taktik ini berhasil. Ketika Nazi berhasil menduduki Perancis dan memasuki Museum Louvre, mereka disambut oleh dinding-dinding kosong dan beberapa patung yang terlalu berat untuk diangkut.

4. Nazi menjadikan Museum Louvre sebagai gudang untuk menyimpan barang curian

Mendapati dinding kosong museum tidak lantas membuat Nazi menyerah. Mereka memang tidak berhasil menjarah ribuan karya seni berharga yang disimpan di museum de
Louvre, namun mereka toh sudah menjarah banyak karya seni berharga dari negara-negara yang ditaklukkannya.

Ditambah lagi, Nazi juga menjarah harta dari rumah-rumah keluarga Perancis, terutama keluarga Yahudi. Dilansir History, harta rampasan itu kemudian disimpan di Museum Louvre. Saking banyaknya, Nazi membutuhkan enam ruangan di Louvre untuk menyimpan semuanya.

5. Belasan ribu orang mengunjungi Museum Louvre setiap harinya

Mayoritas orang biasanya enggan mengunjungi museum karena dianggap membosankan. Makanya tidak heran jika sekarang banyak museum sepi, bahkan terpaksa tutup karena kekurangan pengunjung. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Musée du Louvre atau yang lebih dikenal dengan Museum Louvre.

Dilansir Scoop Whoop, setiap harinya ada 15.000 orang yang datang ke museum, dan 70 persen di antara mereka adalah orang asing. Mengingat jumlahnya yang luar biasa, tidak heran jika museum satu ini mendapatkan predikat sebagai museum paling populer di dunia.

6. Butuh waktu sekitar seratus hari untuk melihat seluruh karya seni di Museum Louvre

Bukan hanya mendapatkan predikat sebagai paris museum louvre paling populer di dunia, Museum Louvre juga merupakan salah satu museum louvre paris terbesar di dunia. Dilansir Discover Walks, museum ini memiliki luas 60.600 meter persegi. Namun, luas museum bukan satu-satunya alasan kenapa butuh waktu sangat lama bagi kita untuk melihat seluruh karya seni yang dipajang di Louvre.

Museum Louvre memiliki 380.000 koleksi karya seni saat ini, 75.000 di antaranya adalah lukisan, dan hanya 35.000 karya yang benar-benar dipamerkan ke publik. Mengingat jumlahnya yang luar biasa banyak, mustahil rasanya jika kita bisa melihat semuanya dalam waktu singkat. Faktanya, tanpa makan, minum, dan tidur, kamu membutuhkan waktu setidaknya seratus hari untuk melihat seluruh karya seni yang dipajang di museum ini.

7. Museum Louvre di Prancis konon berhantu

Selama ini kita beranggapan hanya rumah kosong tidak berpenghuni yang banyak penunggunya, tetapi ternyata louvre museum paris sekelas Louvre pun tidak bisa lepas dari kisah-kisah mistis. Dilansir Discover Walks, konon Museum Louvre memiliki banyak penunggu. Namun, dari sekian banyak penunggunya, ada dua sosok yang paling sering menampakkan dirinya.

Sosok pertama adalah hantu Jean l’Ecorcheur, seorang tukang daging yang terbunuh di sekitar area Louvre jauh sebelum tempat ini dijadikan museum. Hantu Jean l’Ecorcheur sering menampakkan diri di Tuileries Gardens dengan pakaian berwarna merah. Sosok kedua adalah sosok mumi bernama Belphegor yang menghantui lorong-lorong dan aula di Museum Louvre.

Terlepas dari kisah-kisah hantunya, Musée du Louvre tetap layak untuk dikunjungi. Ada banyak lukisan dan benda bersejarah berusia ribuan tahun yang disimpan di sini, yang membuat Museum Louvre sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Baca Juga : https://www.walnutadvisory.com/menara-eiffel/

Related Posts