menara kembar petronas

Sejarah Menara Kembar Pertronas, Tempat Wisata Sekaligus Spot Selfie Ikonik di Malaysia

0 Comments

Siapa sih yang tak mengenal Menara Kembar Petronas?

Sebagai bangunan ikonik di Malaysia, nama Menara Kembar Petronas tentu sudah mendunia.

Terlebih Menara Kembar Petronas bisa dibilang sebagai spot foto paling populer di Malaysia.

Bahkan, kurang lengkap rasanya berkunjung ke Malaysia tanpa mengabadikan momen di Menara Kembar Petronas.

Melansir Britannica, Kamis (7/7/2022), Menara judi bola Kembar Petronas merupakan sepasang gedung pencakar langit di Kuala Lumpur, Malaysia.

Berfungis sebagai perkantoran, Menara Kembar Petronas termasuk di antara gedung-gedung tertinggi di dunia yang populer.

Menara kembar yang menjulang tinggi ini dibandung untuk menampung pusat Petronas, yang merupakan perusahaan minyak naisonal Malaysia.

Sosok dibalik kemegahan bangunana Menara Kembar Petronas ialah Cesar Pelli, arsitek Amerika Serikat kelahiran Argentina.

Menara Kembar Petronas selesai dibangun pada tahun 1998.

Rencana pembangunan untuk setiap menara dibuat identik, dengan struktur melingkar yang berisi 88 lantai serta dapat ditempati.

Untuk puncak menara, didesain berbentuk piramida yang dikelilingi oleh menara baja ramping.

Kedua menara menjulang ke atas mencapai ketinggian 451,9 meter.

Setiap bangunan ditopang oleh 16 kolom besar di sekelilingnay, bersaman dengan rangka lainnya yang terbuat dari beton bertulang baja berkekuatan tinggi melebihi baja struktural.

Sedangkan untuk selubung luar, terdiri dari baja tahan karat dan kaca.

Sebuah skybridge setinggi dua lantai menghubungkan dua menara, antara lantai 41 dan 42.

Pada tahun 1996, Menara Kembar Petronas dinyatakan sebagai bangunan tertinggi di dunia.

Gedung ini melampaui pemegang rekor sebelumnya, yakni Menara Sears (sekarang Willis) di Chicago.

Menara Kembar Petronas kehilangan gelar sebagai gedung tertinggi di dunia pada tahun 2003.

Kala itu, gelar diambil alih oleh Gedung Taipei 101 (Pusat Keuangan Taipei), di Taipei, Taiwan.

Struktur bangunan tersebut mencapai ketinggian hingga 508 meter.

Sementara untuk saat ini, rekor gedung tertinggi di dunia dipegang oleh Burj Khalifa.

Gedung pencakar langit yang menjadi ikon Dubai tersebut menjulang setinggi 828 meter.

Torehan ini membuat Burj Khalifa menjadi bangunan tertinggi di dunia yang pernah dibuat oleh manusia.

Sebagai informasi, Menara Kembar Petronas berlokasi di Concourse Level, Petronas Twin Tower, Lower Ground, Kuala Lumpur City Centre, 50088, Kuala Lumpur, Malaysia.

Destinasi ini beroperasi pada pukul 10.00 – 18.00 waktu setempat.

Wisatawan yang ingin melihat pemandangan dari skybridge Menara Kembar Petronas, akan dikenakan biaya tiket masuk mulai Rp 270 ribu.

Selain Menara Kembar Petronas, Kuala Lumpur juga memiliki sederet tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Mana saja? Yuk simak rekomendasi yang telah TribunTravel rangkum berikut ini.

1. Bukit Bintang

Bukit Bintang menjadi salah satu pusat perbelanjaan paling populer di Kuala Lumpur.

Kawasan ini dihuni oleh sederet toko yang menjual barang mewah dan mahal.

Jadi, jika ingin mengunjungi surga belanja di Kuala Lumpur, Bukit Bintang-lah tempatnya.

Bukit Bintang tidak memberlakukan jam operasional dan tiket masuk, sehingga bisa dikunjungi kapan pun.

Lokasi: Jalan Changkat, Bukit Bintang, Kuala Lumpur, Malaysia.

2. Chinatown

Ada banyak negara yang memiliki Chinatown, begitu pula dengan Malaysia.

Nah, Chinatown di Malaysia bisa dibilang sebagai destinasi favorit selagi mengunjungi Kuala Lumpur.

Hampir setiap hari kawasan ini selalu dipadati oleh wisatawan dari berbagai negara.

Sebagian besar mereka tentu tertarik untuk berburu oleh-oleh dan cinderamata yang ditawarkan di Chinatown.

Mengunjugi Chinatown tidak dikenakan biaya tiket masuk, serta tidak memiliki jam operasional yang resmi.

Lokasi: Petaling Street, Kuala Lumpur, Malaysia.

3. Kuala Lumpur Tower

Tak ketinggalan, Kuala Lumpur Towet juga menjadi destinasi yang wajib dikunjungi.

Kuala Lumpur Tower merupakan bangunan tertinggi ke-5 di dunia.

Di sini, pengunjug bisa menyaksikan pemandangan Kuala Lumpur secara 360 derajat dari sebuah dek observasi.

Terdapat pula sejumlah fasilitas menarik lainnya, mulai dari teater, amphiteater, kolam renang, restoran hingga toko suvenir.

Tiket masuk dek observasi di Kuala Lumpur Tower dibanderol sekira Rp 170 ribu.

Tempat wisata ini buka mulai pukul 09.00 – 22.00 waktu setempat.

Lokasi: Jalan Punchak Off Nomor 2, 50250, Kuala Lumpur, Malaysia.

Menara Petronas, atau Menara Kembar Petronas (bahasa Malaysia: ‘Menara Berkembar Petronas’) di Kuala Lumpur, Malaysia adalah sepasang menara kembar yang pernah menjadi bangunan tertinggi di dunia pada tahun 1998—2004, sebelum dilampaui oleh Taipei 101. Namun, kedua menara ini masih merupakan pencakar langit kembartertinggi di dunia pada abad ke-20. Menara Kembar Petronas memegang gelar sebagai bangunan tertinggi dari tahun 1998 hingga 2004 dari segi ukuran, dari lantai pintu masuk utama hingga lantai atas, yaitu Referensi ketinggian asli yang digunakan oleh organisasi internasional Dewan Bangunan Tinggi dan Habitat Urban sejak tahun 1969 (tiga kategori ketinggian tambahan diperkenalkan ketika menara ini hampir dipersiapkan pada tahun 1996).
Menara Kembar Petronas menjadi bangunan tertinggi di dunia—sebelum didirikannya Taipei 101 pada tahun 2004—yang diukur hingga ke atas komponen strukturnya (puncak, bukan antena).[5] Puncak (spire) dianggap sebagai bagian penting dalam arsitektur bangunan tersebut, dan jika diubah bisa jadi banyak mengganti penampilan dan arsitektur bangunan, sedangkan antena bisa dipasang atau dicabut tanpa mempengaruhi penampilan bangunan. Menara Kembar Petronas masih merupakan bangunan kembar tertinggi di dunia.

Menara Willis (dahulunya Spears) dan World Trade Center terdiri dari 110 lantai, sehingga lebih banyak 22 lantai dibandingkan Menara Kembar Petronas yang berjumlah 88 lantai. Atap dan tingkat tertinggi Menara Willis dan World Trade Center agak melebihi ketinggian atap dan tingkat tertinggi Menara Kembar Petronas. Antena tertinggi di Menara Willis adalah 75 metres (246 ft) lebih tinggi dibanding puncak-puncak Menara Kembar Petronas. Walaupun demikian, menurut peraturan dan pedoman CTBUH. antena-antena Menara Willis tidak diperhitungkan sebagai sebagian dari ciri-ciri arsitekturnya. Sebaliknya, puncak-puncak pada Menara Petronas dihitung dalam ukuran ketinggian karena bukan merupakan tiang antena. Oleh karena itu, Menara Kembar Petronas melampaui ketinggian resmi Menara Willis dengan perbedaan 10 metres (33 ft), padahal Menara Willis memiliki jumlah lantai lebih banyak

Jembatan petronas
Lantai 41 dan 42 juga dikenal sebagai podium, karena para pengunjung yang hendak ke lantai lebih tinggi harus berganti lift di sini. Jembatan ini terbuka untuk semua pengunjung, semua pengunjung yang ingin mengunjungi jembatan untuk tujuan rekreasi perlu mendapatkan tiket dan pas perjalanan. Awalnya tiket yang dikeluarkan adalah gratis, namun karena menjaga kualitas dan standar sistem pemeliharaan jembatan dan anjungan pemandangan yang dilihat semakin membutuhkan biaya yang tinggi, manajemen Jembatan Menara Kembar Petronas telah mengambil keputusan untuk mengenakan biaya perjalanan pada harga yang wajar.

Semua tiket yang dijual, rata-rata mengadopsi metode penjualan tiket berkonsep ‘siapa datang awal, dia akan dapat (first come first serve)’. Pada bulan Ramadan, produksi tiket hanya diperkirakan terbatas sekitar 600 keping saja. Sedangkan untuk bulan-bulan lain, produksi tiket diperkirakan sekitar 1500 hingga 1700 orang sehari. Namun begitu, para pengunjung dianjurkan untuk berada di garis antrean (Queue-point) lebih awal yakni pada pukul 06.00. Ini karena konter tiket hanya mulai beroperasi pada 08.30 pada setiap hari kecuali hari Senin (ditutup untuk tujuan pemeliharaan).[31] Waktu keberangkatan pertama itu akan dimulai pada pukul 09.00 dan berakhir pada jam 19.00. Pengunjung bebas memilih waktu kunjungan pada hari tersebut tergantung pada ketersediaan tempat. Biasanya, tiket yang diberikan akan habis dijual oleh pihak manajemen Jembatan Petronas pada pukul 09.30 pagi, hanya tiket yang dikembalikan atau tiket penjualan langsung untuk perjalanan hari ketiga dari hari ketika beroperasi akan terus dijual sampai konter ditutup pada pukul 17.00.

Para pengunjung hanya diperbolehkan berada di lantai 41 karena lantai 42 hanya dibuka kepada staf penghuni bangunan. Atas dasar kemampuan jangkauan muatan, lift hanya bisa membawa 20 orang pengunjung dalam satu waktu ke jembatan. Lift ini adalah lift berkecepatan tinggi yang bergerak hanya 41 detik ke podium jembatan. Maka pengunjung perlu menunggu di ruang tunggu yang disediakan oleh manajemen. Ruang tunggu menyediakan fasilitas teater, video DVD pembangunan menara, panel informasi, pusat penyortiran barang, loker penyimpanan barang dan beberapa fitur lain. Pengunjung akan dibawa mengunjungi jembatan selama 15-20 menit dengan ciri tag warna tertentu.

Harga tiket penjualan adalah seperti berikut:
1.    Paket 1 (Jembatan udara saja) — RM 3 (dewasa dan anak-anak), RM 10 (bukan warga negara dewasa).
2.    Paket 2 (Jembatan udara dan anjungan pemandangan) — RM 20 (dewasa dan anak-anak), RM 40 (bukan warga negara dewasa).

Anjungan pemandangan terletak di lantai 86, Menara 2 Petronas. Perjalanan ke sana mengambil waktu 86 detik dari balai keberangkatan. Pengunjung yang memilih paket 2 sering diberi peluang hingga 45 menit untuk menyelesaikan kunjungan untuk jembatan udara dan anjungan pemandangan.

Baca Juga : https://www.walnutadvisory.com/champs-elysees-extravagant-entertainment-experience-downtown-paris/

Related Posts